Internet ; Pemicu Kebangkitan atau Kemunduran Bangsa.

Internet sebagai sarana penyedia informasi masyarakat kini menjadi kebutuhan mendesak sebab kehadirannya dapat merespon berbagai kebutuhan informasi masyarakat yang kian kompleks. Internet menyediakan jutaan bahkan miliaran informasi yang dapat diakses setiap waktu, cepat, mudah dan murah. Dengan internet segala kebutuhan informasi masyarakat urban dapat terpenuhi seketika. Oleh karena itu internet menjadi salah satu sumber rujukan dalam dunia pendidikan, ekonomi, sosial, politik, budaya, bahkan agama sekalipun.

Dari sisi pengguna, angka mengejutkan terlihat dari hasil survei Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) dan Lembaga Polling Indonesia (LPI) yang mengungkapkan bahwa angka pengguna internet Indonesia pada tahun 2016  telah mencapai angka 132,7 juta pengguna atau setara 51,7% dari populasi penduduk sebesar 256,2 juta jiwa. Angka tersebut melonjak dari tahun 2014 yang jumlahnya hanya 88,1 juta, angka ini masih akan terus bertambah mengingat ketersediaan perangkat, fasilitas, serta sarana prasarana penunjang internet yang masih terus menerus berkembang.

Dari hasil lembaga riset internasional “We Are Social” menyebutkan bahwa Indonesia berada pada peringkat 1 dunia dengan pertumbuhan 51% dikategori Growth In Internet User melampaui Amerika, China serta negara lain di dunia.

Hasil riset We Are Social juga menunjukkan bahwa pertumbahan m-commerce / mobile commerce atau transaksi jual beli online melalui smartphone Indonesia juga berada pada peringkat pertama dunia dengan penetrasi 155% ditahun 2016.

Pengembangan sektor ekonomi digital salah satunya melalui bisnis e-commerce begitu potensial dalam mendorong perekonomian negara, dari portal www.merdeka.com diberitakan bahwa dari 10 produk yang dikonsumsi orang Indonesia, baru satu produk yang dibeli lewat internet, dimana presentasi 1% dari penetrasi sebanding USD 30 Miliar alias 394 triliun.

Melihat jumlah pengguna yang begitu besar, sudah seharusnya internet dipandang sebagai media alternatif pilihan yang secara terstruktur berperan pada berbagai sektor dalam negeri demi mendorong kemajuan bangsa misalnya sektor pariwisata dan kebudayaan, pendidikan, tenaga kerja, teknologi, pertanian serta berbagai sektor lainnya.

Sebaliknya, perkembangan internet tentu saja tanpa pengaruh negatif. Dibalik itu, internet menyimpan ancaman besar yang sewaktu-waktu dapat menimpa ratusan juta penggunanya. Alih-alih mendukung kemajuan bangsa, bila tidak waspada internet justru dapat memicu kehancuran bangsa. Hal itu mendorong pemerintah untuk segera mengambil langkah serius, misalnya melalui berbagai program dan langkah strategis dalam penuntasan masalah penyalahgunaan internet, misalnya UUD ITE hasil revisi juga melalui Program Internet Sehat dan Aman (INSAN) yaitu dengan memblokir atau menutup akses menuju website yang mengandung konten negatif, juga dalam bentuk sosialisasi dan edukasi terkait cara berinternet yang sehat (internet positif) dan diselanggaran diberbagai daerah dan kota di Indonesia.

Sejalan dengan hal tersebut, angka penyalahgunaan internet masih saja terjadi. Maraknya berbagai kasus penipuan, pornografi dan pelecehan seksual, meningkatnya judi online dan transaksi narkoba melalui sosial media serta kasus kampanye hitam (black campaign) melalui internet juga turut menambah daftar dampak buruk internet yang mengundang perhatian banyak pihak. Pencurian akun sosial media, rekening bank online dan virtual money juga sedang marak, selain itu kasus kejahatan di dunia maya (cybercrime) bahkan telah sampai pada pengrusakan dan pencurian portal atau situs penting milik pemerintah.

Munculnya fenomena cyberbullying melalui jejaring sosial yang beredar dikalangan remaja dan anak-anak usia dibawah umur termasuk hal paling mengerikan sebab dapat mengganggu perkembangan psikologi dan kepribadian yang bersangkutan. Dari aspek sosial dan moral, dampak negatif yang paling mungkin akan terjadi adalah menurunnya kedalaman sosial, tergerusnya rasa kebersamaan dan nilai-nilai gotong royong, sifat yang cenderung individualis dan dorongan untuk selalu ingin mendapatkan pujian orang lain dapat mengancam para pengguna internet yang mayoritas adalah remaja, generasi penerus bangsa.

Referensi:

http://wearesocial.com/sg/blog/2017/01/digital-in-2017-global-overview
https://www.merdeka.com/teknologi/kontribusi-bisnis-e-commerce-indonesia-dan-problem-laten-ukm.html

Penulis : Munawir Bangsawan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *